
image source: BYLD
Slow Productivity oleh Cal Newport
Buku ini lagi hype banget di awal 2026. Kalau selama ini kita merasa harus kerja rodi dan “sat-set” setiap saat sampai burnout, Cal Newport kasih sudut pandang beda. Buku ini ngajarin kita buat kerja lebih bermakna tapi dengan kecepatan yang lebih manusiawi. Intinya: kerjain sedikit hal, tapi hasilnya luar biasa. Pas banget buat kamu yang pengen resolusi 2026-nya lebih tenang dan nggak cuma ngejar deadline. Cocok banget buat Kamu yang merasa capek sama budaya hustle culture dan pengen lebih fokus ke kualitas daripada kuantitas.
The Psychology of Money oleh Morgan Housel
Mengingat isu ekonomi dan Rupiah yang lagi naik-turun di Januari 2026 ini, buku ini wajib banget dibaca ulang atau baru dimulai. Ini bukan buku teknis soal investasi, tapi soal gimana mental dan perilaku kita terhadap uang. Morgan Housel jelasin kalau sukses finansial itu bukan cuma soal pinter matematika, tapi soal gimana kita ngontrol ego dan emosi. Pas banget dibaca biar nggak panik pas lihat nilai kurs Dolar atau harga emas melonjak. Cocok banget buat Kamu yang pengen punya mentalitas keuangan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi 2026.
“Filosofi Teras” oleh Henry Manampiring
Meskipun bukan buku rilisan baru 2026, buku ini tetap jadi top-tier pengembangan diri di Indonesia karena sangat relate sama kehidupan sehari-hari. Buku ini ngenalin ajaran Stoisisme (Stoic) dengan bahasa yang sangat santai dan lucu. Fokus utamanya adalah: kita nggak bisa ngontrol apa yang terjadi di luar (kayak aturan pemerintah baru atau cuaca), tapi kita bisa ngontrol respons kita. Sangat membantu biar nggak gampang “kena mental” pas baca berita atau liat sosmed. Cocok banget buat Kamu yang pengen lebih cuek (dalam arti positif) dan lebih stabil secara emosional menghadapi drama kehidupan di tahun ini.
Jadi, tertarik ga untuk beli buku ini?
-TE








